Ciamis | Trans-News.comLembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Ciamis ahirnya dampingi pengaduan untuk membantu pendampingan Hukum bagi Wulan ( Nama samaran) akibat bejatnya akhlak seorang ayah tiri di Panawangan Ciamis tega mencabuli anaknya hingga hamil tujuh bulan. Sontak berita itupun menjadi heboh di daerah Panawangan Ciamis Jawa Barat.Pada Jumat, 29 September 2023

Sekjen LPBHNU Kabupaten Ciamis E Irfan Irfansyah S.Pd.I M.Pd SH.MH turun Tangan Langsung dari awal sampai saat ini untuk mendampingi proses Hukum dari Korban yang lagi berjalan di POLRES Ciamis.Bejatnya Seorang ayah tiri berinisial NO (36) tega mencabuli anak tirinya berinisial R (21) hingga hamil tujuh bulan di Dusun Calingcing, Desa Girilaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis.

Seperti dikatakan Bagian Hukum LPBHNU Kabupaten Ciamis E Irfan Kelakuan bejat sang ayah tiri itu baru terungkap pada Minggu 24 September 2023 setelah dilaporkan masyarakat kepada Kepala Dusun (Kadus) Calingcing Dayat Hidayat.Akhirnya, NO (32) yang keseharian pekerja serabutan itu diamankan Polsek Panawangan dan kini berada di Unit PPA Polres Ciamis guna mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai aturan dan prosedur hukum.

Kadus Calingcing Dayat Hidayat menceritakan, awalnya sekitar tiga Minggu ke belakang dirinya mendapatkan info dari warga bahwa ada anak yang sedang hamil.“Asal mulanya saya tidak menanggapi karena belum pasti saja saat itu,” jelasnya.

Lanjut Dayat, tetapi lama-lama infonya semakin santer hingga pada hari Minggu kemarin dikabarkan bahwa anak itu sudah melahirkan.“Makanya saya bersama pak RT datang ke rumah NO membuktikan info tersebut tetapi ternyata informasi dari warga itu benar adanya cuma kalau sudah melahirkan itu tidak benar” Kata nya

Lanjut nya, Tetapi kalau hamil memang benar dan Korban “sudah hamil 7 bulan lebih.Sejak itu, korban ditanya dan mengaku memang sedang hamil. Ia juga mengaku hamil oleh ayah tirinya NO akhirnya Ayah tirinya di gelandang oleh Polsek Panawangan dan dibawa ke Polres Ciamis,” ungkapnya.

Namun Dayat mengaku merasa heran karena istri NO justru tidak mengetahui anaknya hamil oleh ayah tirinya, padahal tinggal satu rumah.

“Sementara pengakuan korban, dia tidak berani bilang karena diancam oleh ayah tirinya terus,” bebernya

Dayat mengungkapkan, korban dicabuli sejak kecil yakni dari usia 5 tahun, Saat itu korban sudah mulai diraba-raba. Menginjak usia 13 tahun baru disetubuhi sampai sekarang usia 21 tahun.

Alhamdulilah Kehadiran LPBHNU Kabupaten Ciamis sangat terasa manfaatnya karena mendampingi korban yang amat sangat awam untuk ranah hukum mendampingi bersama pak lurah dari mulai pelaporan sampai berita acara dan mendampingi untuk visum ke Rumah sakit umum hingga mengantar jemput pakai mobil dan fasilitas dari LPBHNU Kabupaten Ciamis

Di kawal langsung oleh SEKJEN LPBHNU Ustadz E Irfan Irfansyah S.Pd.I M.Pd SH.MH .Lebih dari itu untuk memperjuangkan biaya pendampingan proses hukum dan biaya persalinan juga pengobatan anak korban sekaligus mendatangi instansi terkait mulai dari silaturahmi dan audiensi sama Dinas sosial dan DP3AP2 Kab Ciamis sekaligus memohon ke BAZNAS Kabupaten Ciamis untuk Membantu PENGOBATAN dan persalinan sekaligus Memperbaiki tempat tinggalnya yang sangat tidak layak Huni semua dibantu oleh mereka.

Semoga hadirnya LPBHNU dari PCNU Kabupaten Ciamis bisa terus membantu masyarakat yang butuh perlindungan hukum dan pendampingan sekaligus kehadirannya semoga terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak.” Harapnya.(***)

Sumber : PatroliNews86.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *