Pekanbaru | Trans-News.com
Kegiatan Proyek Fiktif Keramba Ikan di Desa Sungai Rambai Kecamatan Logas Tanah Darat (LTD), Kabupaten Kuantan Singingi (KUANSING) Riau ikut di Sorot Induk Organisasi Kepemudaan ini.

Adalah Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau.

Organisasi Plat Merah itu hanya ingin berpesan, agar Kepala Desa Sungai Rambai Wajib di lakukan Pemeriksaan Khusus (Riksus)

Kasus Korupsi Keramba Fiktif di Desa Sungai Rambai, Ketua KNPI Riau: “Pak Anton Saputra Wajib di audit Inspektorat Sejak Beliau Menjabat Kades

Bagi Ketua Larshen Yunus, temuan seperti itu kerap terjadi, terutama terkait dengan penggunaan APBN, melalui Penyaluran Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat.

Alumni dari Sekolah Vokasi Mediator PMI, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu tegaskan, agar Kades Anton Saputra Segera di Periksa Dana Desa nya Apabila temuan itu benar adanya, maka siap-siap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun, kalaupun informasi itu keliru, maka Publik butuh Klarifikasi yang sejelas-jelasnya

” semestinya Aparat Penegak Hukum Jangan berdiam diri, apa lagi Pura Pura tidak tahu , Proses Hukum harus berjalan. Sepandai-pandainya Bangkai di Kubur, pasti akan tercium juga bauk busuknya”ujar Larshen Yunus.

Bertempat di Kediaman Pribadinya, Hari ini Jum’at (6/10/2023), Ketua DPD KNPI tingkat Provinsi Termuda se-Indonesia itu hanya katakan, agar Supremasi Hukum harus benar-benar dijalankan. Fungsi Pengawasan DPRD Kuansing mesti berjalan. Inspektorat juga bisa lakukan Audit atas temuan yang dimaksud.

“Ayo Bapak ibu Aparat Penegak Hukum. Sebelum Tim Kami turun melakukan Pelaporan Resmi, mari jadikan temuan ini sebagai awal untuk Mengungkap kasus tersebut. Dalam Waktu Dekat Saya Akan membuat Laporan ke Dirkrimsus Polda Riau terkait Dana Desa di Desa Sungai Rambai ” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *