Pekanbaru | Trans-News.com
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal memerintahkan kepada agar seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) untuk tutup selama bulan suci ini Ramadan. Hal itu dilakukan untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolresta Pekanbaru dan Kapolres seluruh Riau jajaran agar menutup seluruh THM selama Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah,” kata Iqbal Selasa (5/3/2024).

Iqbal mengajak seluruh pihak agar bisa bersama Kepolisian untuk memaksimalkan pengamanan selama Ramadhan. Karena pekerjaan polisi akan bisa berhasil bila didukung oleh masyarakat secara luas.

“Saya tidak bisa maksimal jika bekerja sendiri, kita harus bersama-sama bergandengan tangan menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Provinsi Riau ini,” imbuhnya.

Selain itu, Irjen Iqbal juga turut mengajak seluruh elemen untuk menjaga ketertiban dan saling mengingatkan selama bulan suci Ramadan.

“Mari bersama-sama kita jaga Kamtibmas, agar kita semua dapat khusuk beribadah selama Bulan Ramadan,” pungkas Ketua Alumni Akpol 1991 itu.

Polda Riau telah melancarkan aksi pemusnahan barang bukti narkoba dan minuman keras hasil dari kegiatan rutin yang ditingkatkan. Aksi ini dilaksanakan setelah operasi yang berlangsung sejak tanggal 20 Februari lalu.

Berbagai barang bukti yang berhasil diamankan akhirnya dimusnahkan dengan berbagai cara, termasuk dibakar, dicelupkan ke dalam air panas, dipotong dengan mesin gerinda, dan dilindas menggunakan alat berat.

Iqbal menyampaikan barang bukti yang dimusnahkan mencakup 14.958 botol minuman keras dari berbagai merek, 12.000 bungkus rokok ilegal, 6.518 butir pil happy five, 746,48 gram ganja kering, 29.814 butir ekstasi, 32,9 kilogram sabu, 342 unit komputer, dan ribuan knalpot brong. Selain itu, sebanyak 29 orang tersangka juga berhasil diamankan.

“Seluruh barang bukti ini merupakan hasil dari operasi cipta kondisi yang dilaksanakan selama 20 hari. Tujuannya adalah untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga yang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan,” tegas Iqbal.

Operasi ini dijadwalkan akan berakhir pada tanggal 7 Maret mendatang dan akan diikuti dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024 serta Operasi Tertib Ramadhan.

“Lima hari setelah pemungutan suara, saya memerintahkan Kepala Biro Operasi untuk melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Operasi tertib Ramadan juga bertujuan untuk menjamin keamanan. Kami akan hadir di masjid-masjid saat salat subuh berjamaah, melakukan safari, dan mengamankan masyarakat saat tarawih dan berbuka puasa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Riau, Yulisman, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Polda Riau. Menurutnya, tindakan ini sangat penting menjelang bulan Ramadan.

“Kegiatan ini harus selalu menjadi perhatian bagi kita dan masyarakat agar Polda Riau dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik ke depannya,” kata Yulisman.(Mediacenter Riau/asn/eyv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *